Jelang El Clasico, Barcelona Takkan Ubah Gaya Bermain
Agen Bola – Barcelona yang tampil dominan justru kalah tipis dari Chelsea di semifinal Liga Champions. Los Cules mengaku takkan mengubah gaya bermain untuk melawan Real Madrid.
Di Camp Nou, Minggu (22/4/2012) dinihari WIB, akan mementaskan laga El Clasico yang keenam kalinya sepanjang musim ini. Sebelumnya, Barca dan Madrid sudah pernah dua kali saling berhadapan di Piala Super Spanyol dan Copa del Rey, serta putaran pertama La Liga di kandang ‘Si Putih’.
Kedua tim menatap laga besar dan bergengsi itu usai mengalami kekalahan saat menjalani laga tandang dalam leg I babak semifinal Liga Champins. Barca kalah 0-1 dari Chelsea, Real takluk 1-2 di kandang Bayern Munich.
Meski kalah dari Chelsea, El Barca tampil dominan. Dalam catatan Socccernet, Azulgrana melakukan penguasaan bola sebesar 79 persen, melakukan 24 tendangan ke gawang, enam di antaranya tepat sasaran namun tak ada yang berbuah gol.
“Madrid telah bermain dengan cara yang bervariasi, tapi kami tidak mengubah cara bermain dalam setiap pertandingan. Kami selalu ingin melakukan penguasaan bola yang bisa membantu kami mengontrol permainan, dan setelah itu mencoba untuk memenangi pertandingan,” jelas Xavi seperti dilansir ESPN Star.
“Kami tidak bisa mengubah cara bermain kami sekarang. Kami melakukan itu saat menghadapi semua lawan, dan juga saat melawan Madrid di kandang mereka. Jadi, kami akan mencoba menyerang, menguasai bola, dan melancarkan serangan lebih banyak dari sebelumnya untuk memenangi pertandingan,” tegasnya.
Inter Lepas Alvarez, Gaet M’Vila
Agen Bola – Ricardo Alvarez lebih memilih Internazionale ketimbang Arsenal atau Manchester United musim lalu. Alvarez mungkin berpendapat bahwa budaya Italia lebih mirip dengan negara asalnya, Argentina. Dan bagi pemain dari Amerika Selatan, musim pertama di Eropa biasanya memberi pengaruh besar terhadap karir mereka di kemudian hari.
Bagi Ricky Alvarez, musim pertamanya di Eropa tidaklah semulus yang dia bayangkan. Datang dengan label pemain yang memiliki potensi besar, Alvarez bisa dibilang gagal memberikan kontribusi maksimal untuk mendongkrak prestasi Inter. Kini, Inter mulai mempertimbangkan untuk melego pemain tengah ini. Nilai yang diminta memang belum jelas, tetapi Inter dikabarkan siap mendengarkan setiap tawaran yang masuk. United dan Arsenal masih bersedia menampung Alvarez. Kemudian ada juga Porto yang ikut-ikutan meminati sang midfielder.
Internazionale berencana merekrut Yann M’Vila dari Rennes Surat kabar L’Equippe mengklaim bahwa Nerazzurri berharap kehadiran gelandang Prancis itu bisa mendorong Blanc agar bersedia menjadi nahkoda baru di Giuseppe Meazza musim depan. Upaya Inter untuk mendapatkan M’Vila, 21, sepertinya takkan mudah, karena gelandang 15 juta Poudsterling itu juga diincar oleh raksasa Eropa lainnya, yaitu Arsenal.
DI Matteo Punya Kenangan Di Piala FA Cup
Agen Bola – Dulu sebelum menjadi manajer, Piala FA sudah ada cerita tersendiri untuk Roberto Di Matteo. Mampukah pria 41 tahun itu menghidupkan kenangannya kembali?
Saat itu Di Matteo masih berumur 26 tahun. The Blues, yang waktu itu ditangani Ruud Gullit, lolos ke final tahun 1997 setelah menang atas Wimbledon 3-0. 2 gol dari Mark Hughes—sekarang menjadi manajer Queens Park Rangers–dan juga Gianfranco Zola membuat The Crazy Gang menyerah.
Cerita Di Matteo terjadi di detik ke-42 pertandingan final melawan Middlesbrough Wembley. Dari jarak sekitar 20 meter, dia melakukan tendangan yang tidak mampu ditepis kiper The Boro, Ben Roberts. Chelsea unggul 1-0 hampir di sepanjang pertandingan.
Setelah gol pemain Boro, Gianluca Festa, tidak disahkkan wasit, tidak ada lagi gol tercipta. Sampai akhirnya Eddie Newton memastikan kemenangan Chelsea 7 menit sebelum pertandingan usai.
Di Matteo pun dipuji sebagai pahlawan. Golnya saat itu tercatat sebagai gol tercepat dalam sejarah final Piala FA, tapi akhirnya dilewati oleh Louis Saha (Everton) pada final tahun 2009. Yang menyedihkan, gol yang diciptakan Saha di detik ke-25 itu ,menjebol di gawang Chelsea.
Cerita Di Matteo di Piala FA terulang kembali setelah 3 tahun kemudian. Tapi bedanya ini di bawah arahan Gianluca Vialli, Chelsea menang 1-0 atas Aston Villa di final. Gol tunggal tersebut diciptakan oleh Di Matteo waktu itu. “Roberto adalah seseorang yang hebat. Dia sangat bahagia bermain di kempetisi ini dan menciptakan gol,” kata Vialli setelah pertandingan.
Saat ini Di Matteo sudah 41 tahun, ada peluang untuk mengulangi sukses sama di musim ini. Intinya, dia harus mampu membuat Chelsea menang melawan Tottenham Hotspur di semifinal dan bertemu Liverpool di final.
Pria kelahiran Schaffhausen, Swiss, hanya memilih untuk melupakan sikap sentimentil. Yang ada di pikirannya adalah konsentrasi dalam pertandingan melawan Spurs dulu.
“Ini bukan tentang saya,” ujar manajer yang statusnya masih caretaker ini di Guardian.
“Ini adalah tentang Chelsea. Tentang semua pemain yang ada di dalamnya dan harapan mereka memenangi sebuah trofi musim ini. Kemudian, setelah itu, kita akan konsentrasi menghadapi Barcelona dan Arsenal,” tambahnya.
Memang Chelsea masih mempunyai peluang untuk mendapatkan 2 gelar musim ini, tetapi bermain tidak bagus di Premier League. Selain Piala FA, mereka juga ada peluang untuk meraih gelar juara Liga Champions.
“Kami konsentrasi untuk pertandingan yang ada di depan mata, tidak lebih. Karena dalam pertandingan pasti memberikan tantangan yang beda-beda sekarang. Maka, kami memilih untuk memikirkan pertandingan lainnya setelah ini,” ucap Di Matteo.
AC Milan Belum Menyerah
Kemenangan yang diperoleh AC Milan atas Chievo baru – baru ini sepertinya memang menjadi sebuah titik balik bagipasukan asuhandari Massimiliano Allegri tersebut. Sempat tertinggal dengan selisih poin yang lumayan jauh, kini bahkan AC Milan untuk sementara memimpin klasemen dengan selisih dua angka dari juventus, pesaing terdekat mereka.
Menilik pada hasil yang diperoleh timnya tersebut, gelandang AC Milan, Antonio Necorinolangsung berpendapat bahwa AC Milan sangat siap untuk tampil dalam persaingan perebutan Scudetto musim ini. kemenanganMilan atas Chievo adalah salah satu buktinya. Pemain muda tersebut juga berpendapat bahwa Milan tidak akan menyerah dalam perebutan scudetto hingga musim ini benar – benar berakhir. “Kami sudah menunjukkan kami belum menyerah,” katanya, Rabu (11/4).
“Kami akan terus berjuang sampai akhir. Kami harus mencoba dan memenangi setiap laga kami untuk bisa terus menekan Juventus. Setelahnya baru kita bisa melihat apa yang mungkin terjadi.” “Kemenangan atas Chievo bagus untuk kami. Saya sungguh menikmati semangat juang kami. Tim ini tak pernah menyerah.”
“Skuad ini penuh dengan pemain juara dan orang-orang yang selalu serius. Pemain yang kerap disebut sebagai pemain yang sudah tua terbukti masih sangat tangguh,” tandasnya. Memang menilik pada pertandingan – pertandingan kedepan yang akan dijalani oleh kubu Juventus maupun Milan, Ac Milan cenderung lebih beruntung karena mereka hanya menyisakan partai – partai yang ringan. Namun demikian, segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam dunia sepak bola.
Kompany Yakin City Sukses
Walapun baru saja kalah dalam pertandingan terakhir melawan Arsenal dengan skor 1 – 0, kapten tim sepka bola Manchester City,Vincent Kompany tetap optimis bahwa tim sepak bola yang kini dia bela tersebut akan mampu meraih hasil yang maksimal serta menuai sukses dalam pertandingan – pertandingan berikutnya.
Seolah tidak mau larut dalam kekecewaan atas kekalahan yang dia derita dari Arsenal tersebut, Kompany menatap kedepan pertandingan – pertandingan sisa dari kompetisi Liga Inggris dan berkeyakinan kalau timnya akan mampu memperoleh kemenangan dalam setiap pertandingan tersebut dan akhirnya mampu keluar sebagai juara Liga Inggris, mengalahkan rival sekota mereka yang kini sekaligus menduduki posisi puncak klasemen sementara Liga Inggris, Manchester United.
Walaupun kini mereka terpaksa harus pergi meninggalkan Manchester United dengan selisih delapan poin, Kompany tetap yakin timnya yang akan menjadi juara. “Sukses akan datang kepada klub kami. Lihat, kami datang darimana sebelumnya! Ini bukan hanya soal waktu. Terima kasih sekali untuk fans yang memberikan dukungan penuh,” tulis Kompany di akun twitter-nya.
Sementara itu, eksekutif City Patrick Vieira juga ikut berkomentar. “Selamat untuk Arsenal. Mereka punya kekuatan di kandang. City masih memiliki enam pertandingan. Itu memang sudah tidak berada di tangan kami. Tapi, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” tulis Vieira di akun twitter-nya.